Sabtu, 02 Februari 2013

5 Fenomena Iklim yang Tidak Biasa

[UNIKNYA.COM]: Perubahan iklim dunia tidak serta merta diakibatkan oleh adanya ketidak seimbangan yang disebabkan oleh alam itu sendiri, melainkan perilaku manusia yang semakin sewenan-wenang pun turut berperan penting. Meski demikian hukum alaminya, namun perubahan alam pun dapat membuat iklim di sebuah wilayah berubah 180°C, dari yang tidak mengalami musim dingin, tiba-tiba wilayahnya dihujani oleh salju begitu saja. Berikut uniknya.com merangkum 5 fenomena iklim yang tidak biasa terjadi di berbagai wilayah dunia:


1. Gurun Sahara Bersalju
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Tutup

Gurun Sahara Bersalju (Credit: Olivier Morice.)






Sebuah fenomena mengejutkan terjadi  pada 18 Februari 1979, ketika itu Gurun Sahara yang dikenal dengan iklim panas dan keringnya yang ekstrem tiba-tiba saja dihujani oleh salju untuk kali pertamanya. Hujan salju ini pun terjadi di wilayah Pegunungan Sahara dan  Aljazair bagian selatan, bahkan peristiwa langka dan aneh ini menyebabkan kepanikan sehingga membuat jalanan menjadi macet –akibat iklim yang tidak diduga, sehingga banyak mobil sekaligus penggunanya yang tidak mampu berkendara di atas lapisan salju.
Di musim dingin, temperatur sangat rendah terjadi di puncak Pegunungan Tahat –gunung tertinggi di Aljazair, sehingga menyebabkan Gurun Sahara dan sekitarnya dihujani salju selama tiga tahun.

2. Perubahan Suhu yang Cepat di South Dakota
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Tutup

Perubahan Suhu yang Cepat di South Dakota (sumber:Credit: Dreamstime.)

Credit: Dreamstime.




Sebuah catatan rekor dunia di bidang klimatologi menyebutkan bahwa Spearfish, South Dakota, merupakan kawasan yang temperaturnya dapat berubah sangat cepat, di antara tempat lainnya di dunia.
Pada 22 Januari 1943, sekitar pukul 07:30 pagi waktu setempat, suhu udara berubah dengan cepat yakni dua menit untuk berada pada titik 49°F (27°C), padahal biasanya suhu di kawasan tersebut berkisar 4°F hingga 45°F (-20°C hingga 7°C).
Hari beranjak siang, suhu pun kembali berubah, pukul 09:00 suhu meningkat higga 54°F (12°C). Tak lama kemudian suhu kembali menurun hingga 4°F dalam waktu 27 menit. Berdasarkan keterangan, perubahan suhu ini disebabkan oleh adanya angin foehn, sejenis angin yang bertiup dari kawasan lembah.

3. Gelombang Panas di Marble, Australia
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Tutup



Gelombang Panas di Marble, Australia (Credit: Dreamstime.)






Berbeda dengan yang satu ini, suhu panas ekstrem menyelimuti kawasan kota kecil bernama Marble di Australia Barat. Terjangan suhu panas ini sudah terjadi di Kota Marble sejak 31 Oktober 1923 hingga 7 April 1924, sebuah keadaan ekstrem yang mengharuskan warga kota mengalami kepanasan (100°F/37,8°C) selama 160 hari. Tidak terbayangkan jumlah masyarakat kota yang memadati sebuah bar untuk menikmati minuman dingin selama Januari, Februari, Maret,  bahkan November hingga Desember.

4. Tornado Tunggal di Unga Island
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Tutup

Tornado Tunggal di Unga Island (Credit: Julia Ruthford, NWS.)







Sebuah fenomena alam terjadi pada 2005 di kawasan Alaska, sebuah topan tornado yang terjadi untuk kali pertamanya di kawasan Amerika Utara tersebut. Fenomena tersebut disaksikan oleh 908 penduduk yang mendiami kawasan Sand Point, mereka melihat liukan tornado yang sedang berada di atas Pulau Unga. Associated Press melaporkan, itu merupakan tornado pertama dan terakhir yang pernah ada di kawasan Pulau Unga, Alaska.

5. Tornado Super Outbreak
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Tutup



Tornado Super Outbreak (Credit: NOAA.)






Sebuah terjangan tornado hebat terjadi selama 16 jam, sehingga meluluh-lantakan kota dan membuat panik serta resah penduduk di 13 wilayah, termasuk di Ontario, Kanada pada 1974.
Dalam peristiwa yang popular dengan sebutan ‘Super Outbreak,’ telah terlihat sebanyak 148 angin tornado selama 3-4 April. Dikabarkan tornado tersebut merupakan rangkaian Tornado Fujita yang berdampak luar biasa terhadap lingkungan yang dilaluinya. Super Outbreak merupakan terjangan tornado paling kuat dan hebat di dalam sejarah klimatologi Kanada.(**)

Tambahan:
Badai yang Terlambat di Samudra Atlantik
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Tutup

Badai yang Terlambat di Samudra Atlantik (Credit: NOAA.)






Musim badai di atas samudra biasanya banyak terjadi pada September – Oktober, namun pada 2005 di Samudra Atlantik badai datang terlambat.
Badai Epsilon merupakan badai dengan kategori nomor 1, terjadi pada 15 Desember, waktu yang tidak biasa dalam 120 tahun catatan badai miliki National Weather Service. Badai lainnya pun pernah terjadi pada pertengahan Desember 1988, dikenal dengan Badai Lili dan –ada 1988 dengan Badai Nicolenya. Fenomena ini memberikan gambaran kepada para pelaut, nelayan dan penduduk sekitar pesisir Samudra Atlantik badai tidak berakhir di bulan Oktober.(**)

0 komentar:

Posting Komentar