[UNIKNYA.COM]: Perubahan iklim dunia
tidak serta merta diakibatkan oleh adanya ketidak seimbangan yang
disebabkan oleh alam itu sendiri, melainkan perilaku manusia yang
semakin sewenan-wenang pun turut berperan penting. Meski demikian hukum
alaminya, namun perubahan alam pun dapat membuat iklim di sebuah wilayah
berubah 180°C, dari yang tidak mengalami musim dingin, tiba-tiba
wilayahnya dihujani oleh salju begitu saja. Berikut uniknya.com
merangkum 5 fenomena iklim yang tidak biasa terjadi di berbagai wilayah
dunia:
1. Gurun Sahara Bersalju
| Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... | Tutup |
|---|---|
![]()
Gurun Sahara Bersalju (Credit: Olivier Morice.)
| |
Sebuah fenomena mengejutkan terjadi
pada 18 Februari 1979, ketika itu Gurun Sahara yang dikenal dengan iklim
panas dan keringnya yang ekstrem tiba-tiba saja dihujani oleh salju
untuk kali pertamanya. Hujan salju ini pun terjadi di wilayah Pegunungan
Sahara dan Aljazair bagian selatan, bahkan peristiwa langka dan aneh
ini menyebabkan kepanikan sehingga membuat jalanan menjadi macet –akibat
iklim yang tidak diduga, sehingga banyak mobil sekaligus penggunanya
yang tidak mampu berkendara di atas lapisan salju.
Di musim dingin, temperatur sangat
rendah terjadi di puncak Pegunungan Tahat –gunung tertinggi di Aljazair,
sehingga menyebabkan Gurun Sahara dan sekitarnya dihujani salju selama
tiga tahun.
2. Perubahan Suhu yang Cepat di South Dakota
| Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... | Tutup |
|---|---|
![]()
Perubahan Suhu yang Cepat di South Dakota (sumber:Credit: Dreamstime.)
Credit: Dreamstime. | |
Sebuah catatan rekor dunia di bidang
klimatologi menyebutkan bahwa Spearfish, South Dakota, merupakan kawasan
yang temperaturnya dapat berubah sangat cepat, di antara tempat lainnya
di dunia.
Pada 22 Januari 1943, sekitar pukul
07:30 pagi waktu setempat, suhu udara berubah dengan cepat yakni dua
menit untuk berada pada titik 49°F (27°C), padahal biasanya suhu di
kawasan tersebut berkisar 4°F hingga 45°F (-20°C hingga 7°C).
Hari beranjak siang, suhu pun kembali
berubah, pukul 09:00 suhu meningkat higga 54°F (12°C). Tak lama kemudian
suhu kembali menurun hingga 4°F dalam waktu 27 menit. Berdasarkan
keterangan, perubahan suhu ini disebabkan oleh adanya angin foehn,
sejenis angin yang bertiup dari kawasan lembah.
3. Gelombang Panas di Marble, Australia
| Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... | Tutup |
|---|---|
![]()
Gelombang Panas di Marble, Australia (Credit: Dreamstime.)
| |
Berbeda dengan yang satu ini, suhu panas
ekstrem menyelimuti kawasan kota kecil bernama Marble di Australia
Barat. Terjangan suhu panas ini sudah terjadi di Kota Marble sejak 31
Oktober 1923 hingga 7 April 1924, sebuah keadaan ekstrem yang
mengharuskan warga kota mengalami kepanasan (100°F/37,8°C) selama 160
hari. Tidak terbayangkan jumlah masyarakat kota yang memadati sebuah bar
untuk menikmati minuman dingin selama Januari, Februari, Maret, bahkan
November hingga Desember.
4. Tornado Tunggal di Unga Island
| Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... | Tutup |
|---|---|
![]()
Tornado Tunggal di Unga Island (Credit: Julia Ruthford, NWS.)
| |
Sebuah fenomena alam terjadi pada 2005
di kawasan Alaska, sebuah topan tornado yang terjadi untuk kali
pertamanya di kawasan Amerika Utara tersebut. Fenomena tersebut
disaksikan oleh 908 penduduk yang mendiami kawasan Sand Point, mereka
melihat liukan tornado yang sedang berada di atas Pulau Unga. Associated
Press melaporkan, itu merupakan tornado pertama dan terakhir yang
pernah ada di kawasan Pulau Unga, Alaska.
5. Tornado Super Outbreak
| Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... | Tutup |
|---|---|
![]()
Tornado Super Outbreak (Credit: NOAA.)
| |
Sebuah terjangan tornado hebat terjadi
selama 16 jam, sehingga meluluh-lantakan kota dan membuat panik serta
resah penduduk di 13 wilayah, termasuk di Ontario, Kanada pada 1974.
Dalam peristiwa yang popular dengan
sebutan ‘Super Outbreak,’ telah terlihat sebanyak 148 angin tornado
selama 3-4 April. Dikabarkan tornado tersebut merupakan rangkaian
Tornado Fujita yang berdampak luar biasa terhadap lingkungan yang
dilaluinya. Super Outbreak merupakan terjangan tornado paling kuat dan
hebat di dalam sejarah klimatologi Kanada.(**)
Tambahan:
Badai yang Terlambat di Samudra Atlantik
| Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... | Tutup |
|---|---|
![]()
Badai yang Terlambat di Samudra Atlantik (Credit: NOAA.)
| |
Musim badai di atas samudra biasanya
banyak terjadi pada September – Oktober, namun pada 2005 di Samudra
Atlantik badai datang terlambat.
Badai Epsilon merupakan badai dengan
kategori nomor 1, terjadi pada 15 Desember, waktu yang tidak biasa dalam
120 tahun catatan badai miliki National Weather Service. Badai lainnya
pun pernah terjadi pada pertengahan Desember 1988, dikenal dengan Badai
Lili dan –ada 1988 dengan Badai Nicolenya. Fenomena ini memberikan
gambaran kepada para pelaut, nelayan dan penduduk sekitar pesisir
Samudra Atlantik badai tidak berakhir di bulan Oktober.(**)







0 komentar:
Posting Komentar